Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
semangat Istiqomah menjalani kehidupan menjemput rezeki disertai dengan rasa syukur

semangat Istiqomah menjalani kehidupan menjemput rezeki disertai dengan rasa syukur

semangat Istiqomah menjalani kehidupan menjemput rezeki disertai dengan rasa syukur

Semangat istiqomah dalam menjalani kehidupan dan menjemput rezeki harus selalu disertai dengan rasa syukur yang tulus. Bersyukur adalah sikap yang sangat penting dalam Islam, karena dengan bersyukur kita mengakui bahwa segala rezeki yang kita terima berasal dari Allah. Berikut adalah beberapa cara untuk menjaga semangat istiqomah dan bersyukur dalam menjemput rezeki:
  • Mengingat Allah dan berdzikir : Luangkan waktu untuk berdzikir dan mengingat Allah setiap hari. Bersyukurlah atas nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Berdzikir akan membantu menjaga hati dan pikiran tetap terhubung dengan Allah.
  • Menghargai rezeki yang diberikan : Sadari bahwa rezeki yang diberikan Allah bersifat amanah. Gunakan rezeki tersebut dengan penuh tanggung jawab dan berikan sedekah atau bersedekahlah kepada yang membutuhkan. Menghargai rezeki akan membuat kita lebih berhati-hati dalam menggunakannya dan menjaga rasa syukur.
  • Menyadari keberkahan dalam setiap rezeki : Lihatlah rezeki yang diberikan Allah sebagai bentuk keberkahan-Nya. Tanamkan mindset bahwa rezeki yang kita terima adalah hasil dari rahmat Allah, baik dalam bentuk materi, kesehatan, kebahagiaan, atau kesempatan yang diberikan-Nya kepada kita.
  • Menghindari rasa iri dan dengki : Jangan pernah merasa iri atau dengki terhadap rezeki orang lain. Setiap orang memiliki perjalanan dan porsi rezeki masing-masing. Bersyukurlah dengan apa yang Allah berikan kepada kita dan fokuslah pada upaya untuk menjemput rezeki yang halal dengan cara yang baik.
  • Membangun kebiasaan bersyukur : Sempatkan waktu untuk merefleksikan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan dalam hidup Anda setiap hari. Tulislah dalam jurnal atau katakan secara lisan, ucapan syukur dan rasa terima kasih kepada Allah atas segala rezeki yang diberikan-Nya.
  • Tetap rendah hati : Ingatlah bahwa segala rezeki yang kita terima bukan semata-mata hasil dari usaha atau kecerdasan kita sendiri, tetapi juga merupakan karunia Allah. Jaga sikap rendah hati dan tidak sombong terhadap rezeki yang diperoleh, sehingga kita akan tetap bersyukur dan berusaha menjemput rezeki dengan penuh kesadaran.
Semoga semangat istiqomah dan rasa syukur dalam menjemput rezeki selalu menyertai kita. Dengan menjaga kedua hal tersebut, kita akan mampu menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan mendapatkan rezeki yang berkah dari Allah.

BIO LINK UST. ARIS ALWI











Istiqomah itu berat karena hadiahnya pun berat oleh Ust Aris Alwi

Istiqomah itu berat karena hadiahnya pun berat oleh Ust Aris Alwi

 

Istiqomah itu berat karena hadiahnya pun berat oleh Ust Aris Alwi

Istiqomah adalah istilah dalam bahasa Arab yang merujuk pada keadaan seseorang yang konsisten dan teguh dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, serta tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah dan amal sholeh tanpa terganggu oleh godaan atau cobaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Istiqomah juga dapat diartikan sebagai kesungguhan atau keteguhan hati dalam menjalankan agama Islam, serta tekad untuk terus meningkatkan kualitas iman dan amal kebaikan secara berkelanjutan. Istiqomah merupakan salah satu dari sifat-sifat mukmin yang sangat dihargai dalam Islam, karena dengan istiqomah, seseorang akan menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT.
Istiqomah dapat terasa berat bagi sebagian orang karena membutuhkan tekad dan keteguhan hati yang kuat untuk terus menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, yang ringan itu istirahat, ambil bantal tiduran. Selain itu, dalam menjalankan istiqomah, seseorang harus terus menerus memerangi hawa nafsu dan godaan setan yang dapat menggoda dan menghalangi seseorang dari menjalankan perintah Allah SWT.
Namun, meskipun terasa berat, istiqomah merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan beragama. Dengan istiqomah, seseorang akan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT, meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta memperoleh keberkahan dalam hidupnya.
Oleh karena itu, meskipun terasa berat, seseorang harus berusaha untuk tetap istiqomah dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan tekad yang kuat dan keteguhan hati yang mantap, seseorang dapat melaksanakan istiqomah dengan baik dan meraih manfaat yang besar dalam hidupnya.

Hadiah yang selalu istiqomah adalah kebahagiaan dan kedamaian hati di dunia dan akhirat, serta pahala yang besar dari Allah SWT.
 
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushilat [41]: 30)

Istiqomah merupakan suatu perbuatan yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan dengan istiqomah, seseorang dapat memperoleh keberkahan dalam hidupnya.
Selain itu, istiqomah juga dapat membantu seseorang untuk menghadapi cobaan dan ujian dalam hidupnya. Dengan tetap istiqomah dalam menjalankan perintah Allah SWT, seseorang akan memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang mungkin muncul dalam kehidupannya. Dalam Al-Quran, Allah SWT menyatakan bahwa mereka yang istiqomah akan memperoleh pahala yang besar dan keberkahan dalam hidupnya. Orang-orang yang istiqomah itu juga bergembira dengan surga yang dijanjikan Allah, tempat segala kenikmatan, sebagai balasan yang Allah gambarkan dengan firmannya dalam hadis qudsi, “Sesuatu yang tidak ada satu mata pun yang pernah melihatnya, tidak ada satu telinga pun yang pernah mendengarnya dan tidak pernah terlintas sedikitpun dalam hati manusia.” (HR Bukhari Muslim)

Wallahu ‘alam bish-shawab