Saat berangkat kerja, jangan hanya memikirkan target, penghasilan, dan kesibukan yang akan dihadapi. Awali langkah dengan **niat yang baik karena Allah**. Niatkan pekerjaan sebagai ibadah, sebut nama Allah, kemudian bertawakallah kepada-Nya. Sebelum meninggalkan rumah, kita dapat membaca doa:
**“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billah.”**
Artinya: *“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”*
Ust. Aris Alwi, motivator **Gedor Pintu Langit** sekaligus Ketua Yayasan Malomo Untuk Semua, mengingatkan pentingnya mengawali setiap aktivitas dengan mengetuk pintu langit. Sebelum berikhtiar di bumi, kuatkan hubungan dengan Allah. Berdoa, bertawakal, kemudian bergerak dan bekerja dengan penuh kesungguhan.
Jangan hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri. Kita boleh memiliki rencana, pengalaman, dan keterampilan, tetapi tetaplah yakin bahwa hasil akhir berada dalam ketetapan Allah.
Kemudian ketika pulang dari pekerjaan, jangan lupa **bersyukur**.
Masih diberi kesempatan bekerja adalah nikmat. Mendapatkan rezeki adalah nikmat. Diberi kesehatan untuk menjalankan aktivitas adalah nikmat. Bisa kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga adalah nikmat yang sering kali baru kita sadari setelah kehilangannya.
Maka, **awali aktivitas dengan tawakal dan akhiri dengan syukur.**
Jika hari ini pekerjaan terasa berat, tetaplah sabar. Jika hasil belum sesuai harapan, teruslah berikhtiar. Jika rezeki terasa sempit, jangan berhenti berdoa. Bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita tentang kesabaran, kejujuran, dan keteguhan hati. Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita menuju tempat kerja, melapangkan rezeki yang halal dan baik, menjaga kita dari segala keburukan, memberikan kesehatan dan keselamatan, serta menjadikan setiap pekerjaan yang kita lakukan sebagai **ibadah yang bernilai di hadapan Allah**.
**Berangkatlah dengan Bismillah, bekerja dengan amanah, pulang dengan Alhamdulillah.**



















