Tampilkan postingan dengan label memperbaiki diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memperbaiki diri. Tampilkan semua postingan
Nasihat dari imam besar masjid An-Nur Dili Timur Leste prinsif menjadi orang yang bermamfaat bagi semua orang

Nasihat dari imam besar masjid An-Nur Dili Timur Leste prinsif menjadi orang yang bermamfaat bagi semua orang

 

 prinsif menjadi orang yang bermamfaat bagi semua orang 

Sebagai seorang muslim, prinsip menjadi orang yang bermanfaat bagi semua orang karena Allah SWT adalah penting untuk dipahami dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Selalu berusaha untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagi pengetahuan, keterampilan, atau sumber daya lain yang dimiliki.Berusaha untuk menjadi teladan yang baik bagi orang lain, baik dalam hal perilaku, sikap, maupun tindakan. Dengan demikian, orang lain akan terinspirasi dan mengikuti contoh yang baik. Menjaga hubungan baik dengan orang lain. Ini termasuk menghindari konflik, menghormati pendapat orang lain, dan selalu berusaha untuk memperbaiki hubungan yang rusak. Membantu orang yang membutuhkan, baik dalam hal materi, waktu, atau tenaga. Dengan memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, kita dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi mereka. 

Selalu belajar dan mengembangkan diri. Dengan terus belajar dan mengembangkan diri, kita dapat menjadi orang yang lebih berkualitas dan bermanfaat bagi orang lain. Selalu bersyukur dan berterima kasih. Jika seseorang merindukan kita karena kebaikan yang telah kita lakukan karena Allah, itu bisa menjadi tanda bahwa tindakan kita telah mencerminkan nilai-nilai agama dan memberikan dampak positif pada hidup mereka. Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk melakukan kebaikan kepada sesama manusia dan mencintai mereka karena Allah. Oleh karena itu, jika kebaikan kita benar-benar berasal dari niat yang tulus dan karena Allah, maka tindakan kita akan selalu tercatat di sisi-Nya dan mendapatkan ganjaran yang baik.

Namun, tidak perlu mencari pengakuan atau penghargaan dari orang lain. Kebaikan kita dilakukan untuk memenuhi kewajiban kita sebagai hamba Allah dan untuk mendapatkan keridhaan-Nya. Meskipun tidak semua orang akan menghargai atau memahami tindakan kita, kita dapat memilih untuk memaafkan mereka dan tetap berusaha untuk melakukan kebaikan dengan niat yang tulus dan ikhlas. Dalam Islam, kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain juga dapat membantu kita mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas hidup kita. Oleh karena itu, teruslah melakukan kebaikan dengan niat yang tulus karena Allah, dan biarkan dampak positifnya memberikan manfaat bagi diri kita dan orang lain.asih atas segala hal yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dengan bersyukur, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjadi orang yang lebih baik.

BIO LINK UST ARIS ALWI



Istiqomah itu berat karena hadiahnya pun berat oleh Ust Aris Alwi

Istiqomah itu berat karena hadiahnya pun berat oleh Ust Aris Alwi

 

Istiqomah itu berat karena hadiahnya pun berat oleh Ust Aris Alwi

Istiqomah adalah istilah dalam bahasa Arab yang merujuk pada keadaan seseorang yang konsisten dan teguh dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, serta tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah dan amal sholeh tanpa terganggu oleh godaan atau cobaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Istiqomah juga dapat diartikan sebagai kesungguhan atau keteguhan hati dalam menjalankan agama Islam, serta tekad untuk terus meningkatkan kualitas iman dan amal kebaikan secara berkelanjutan. Istiqomah merupakan salah satu dari sifat-sifat mukmin yang sangat dihargai dalam Islam, karena dengan istiqomah, seseorang akan menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT.
Istiqomah dapat terasa berat bagi sebagian orang karena membutuhkan tekad dan keteguhan hati yang kuat untuk terus menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, yang ringan itu istirahat, ambil bantal tiduran. Selain itu, dalam menjalankan istiqomah, seseorang harus terus menerus memerangi hawa nafsu dan godaan setan yang dapat menggoda dan menghalangi seseorang dari menjalankan perintah Allah SWT.
Namun, meskipun terasa berat, istiqomah merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan beragama. Dengan istiqomah, seseorang akan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT, meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta memperoleh keberkahan dalam hidupnya.
Oleh karena itu, meskipun terasa berat, seseorang harus berusaha untuk tetap istiqomah dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan tekad yang kuat dan keteguhan hati yang mantap, seseorang dapat melaksanakan istiqomah dengan baik dan meraih manfaat yang besar dalam hidupnya.

Hadiah yang selalu istiqomah adalah kebahagiaan dan kedamaian hati di dunia dan akhirat, serta pahala yang besar dari Allah SWT.
 
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushilat [41]: 30)

Istiqomah merupakan suatu perbuatan yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan dengan istiqomah, seseorang dapat memperoleh keberkahan dalam hidupnya.
Selain itu, istiqomah juga dapat membantu seseorang untuk menghadapi cobaan dan ujian dalam hidupnya. Dengan tetap istiqomah dalam menjalankan perintah Allah SWT, seseorang akan memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang mungkin muncul dalam kehidupannya. Dalam Al-Quran, Allah SWT menyatakan bahwa mereka yang istiqomah akan memperoleh pahala yang besar dan keberkahan dalam hidupnya. Orang-orang yang istiqomah itu juga bergembira dengan surga yang dijanjikan Allah, tempat segala kenikmatan, sebagai balasan yang Allah gambarkan dengan firmannya dalam hadis qudsi, “Sesuatu yang tidak ada satu mata pun yang pernah melihatnya, tidak ada satu telinga pun yang pernah mendengarnya dan tidak pernah terlintas sedikitpun dalam hati manusia.” (HR Bukhari Muslim)

Wallahu ‘alam bish-shawab