Ketika Banyak Orang Terlelap, Allah Membangunkan Kita: Tahajud sebagai Tanda Cinta-Nya

Ketika Banyak Orang Terlelap, Allah Membangunkan Kita: Tahajud sebagai Tanda Cinta-Nya
Di saat sebagian besar manusia terlelap dalam tidur panjang, ada hamba-hamba tertentu yang justru dibangunkan hatinya oleh Allah. Bukan untuk urusan dunia, bukan pula karena kegelisahan tanpa makna, melainkan untuk sebuah perjumpaan yang sunyi namun agung: shalat tahajud. Banyak orang mengira terbangun di malam hari hanyalah kebiasaan atau gangguan tidur. Padahal dalam pandangan iman, itu bisa menjadi tanda cinta Allah, panggilan istimewa, dan jalan menuju kemuliaan hidup.

Artikel ini akan mengajak kita menyelami makna tahajud secara lebih dalam—bukan hanya sebagai ibadah sunnah, tetapi sebagai simbol hubungan khusus antara Allah dan hamba-Nya. Kita akan melihat dalil Al-Qur’an dan hadits, kisah teladan para nabi dan ulama, serta hikmah besar yang sering luput disadari.


Tahajud, Ibadah Malam yang Tidak Semua Orang Dipilih untuk Menjalankannya

Ketika Banyak Orang Terlelap, Allah Membangunkan Kita: Tahajud sebagai Tanda Cinta-Nya
Tahajud bukanlah ibadah biasa. Ia tidak diwajibkan, namun ditempatkan pada posisi yang sangat tinggi dalam Islam. Mengapa? Karena tahajud membutuhkan sesuatu yang mahal: keikhlasan, kesungguhan, dan pengorbanan rasa nyaman.

Tahajud Dilakukan Saat Dunia Diam

Waktu tahajud adalah saat:

  • Mata manusia terpejam

  • Aktivitas berhenti

  • Suasana sunyi

  • Hati lebih jujur

  • Doa lebih tulus

Inilah waktu yang Allah sebut secara khusus dalam Al-Qur’an:

“Dan pada sebagian malam, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra: 79)

Perhatikan ayat ini. Tahajud disebut sebagai:

  • Ibadah tambahan

  • Sarana menuju maqam mahmud (kedudukan terpuji)

Artinya, tahajud adalah jalan kenaikan derajat, bukan sekadar rutinitas ibadah.


Mengapa Allah Membangunkan Kita di Malam Hari?

Tidak semua orang bisa bangun tahajud. Bahkan banyak orang saleh mengaku kesulitan untuk istiqamah. Maka ketika seseorang sering terbangun di sepertiga malam, itu bukan peristiwa biasa.

Tanda Allah Menghendaki Kebaikan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka Allah akan memberinya pemahaman dalam agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu bentuk pemahaman itu adalah dorongan untuk mendekat kepada Allah di waktu terbaik, yaitu malam hari.

Terbangun untuk tahajud bisa menjadi tanda:

  • Allah ingin mendengar doa kita

  • Allah ingin membersihkan hati kita

  • Allah ingin menaikkan derajat kita

  • Allah ingin kita curhat langsung kepada-Nya

Jika Allah tidak peduli, Dia biarkan kita tidur pulas sampai subuh.


Tahajud sebagai Tanda Cinta Allah kepada Hamba-Nya

Cinta Allah kepada hamba-Nya tidak selalu diwujudkan dalam kelapangan hidup. Kadang cinta itu hadir dalam bentuk panggilan sunyi.

Allah Memanggil di Saat Hamba Lain Terlelap

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bayangkan:

  • Allah membuka pintu langit

  • Allah menawarkan pengabulan

  • Allah memanggil langsung hamba-Nya

Lalu kita terbangun. Apakah itu kebetulan?

Tidak.
Itu adalah kehormatan.


Teladan Rasulullah ﷺ dalam Menjalankan Tahajud

Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dicintai Allah. Dan tahajud adalah ibadah yang paling beliau jaga.

Sampai Kaki Beliau Bengkak

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah ﷺ shalat malam hingga kakinya bengkak. Ketika ditanya mengapa beliau bersungguh-sungguh padahal dosanya telah diampuni, beliau menjawab:

“Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Tahajud bagi Rasulullah bukan beban, melainkan ekspresi cinta dan syukur.


Tahajud dan Orang-Orang Pilihan Allah

Sepanjang sejarah Islam, tahajud selalu menjadi ciri orang-orang besar.

Umar bin Khattab r.a.

Umar dikenal sering membangunkan keluarganya di malam hari untuk shalat. Beliau membaca:

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah atasnya.”
(QS. Thaha: 132)

Imam Hasan Al-Bashri

Ketika ditanya mengapa wajah ahli tahajud tampak bercahaya, beliau menjawab:

“Karena mereka berkhalwat dengan Allah, maka Allah memakaikan cahaya pada wajah mereka.”


Rahasia Kekuatan Tahajud yang Mengubah Hidup

Tahajud bukan hanya berdampak pada akhirat, tetapi juga mengubah kehidupan dunia.

Doa Lebih Mustajab

Banyak orang mengeluh doanya lama dikabulkan. Padahal mereka belum mencoba mengetuk pintu langit di waktu terbaik.

Tahajud adalah waktu:

  • Hati paling jujur

  • Ego paling rendah

  • Air mata paling tulus

Di waktu inilah doa sering menemukan jalannya.


Menguatkan Mental dan Menenangkan Jiwa

Orang yang rutin tahajud cenderung:

  • Lebih tenang

  • Tidak mudah putus asa

  • Lebih lapang dada

  • Lebih kuat menghadapi ujian

Karena ia punya tempat curhat paling aman: Allah.


Tahajud dan Jalan Menuju Kemuliaan Hidup

Kemuliaan sejati tidak selalu tampak di dunia. Namun Allah menjanjikan derajat tinggi bagi ahli tahajud.

Disebut Orang-Orang Mulia dalam Al-Qur’an

Allah berfirman:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya; mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap.”
(QS. As-Sajdah: 16)

Ayat ini menggambarkan orang-orang pilihan, yang rela meninggalkan tidur demi Allah.


Jika Sulit Tahajud, Jangan Menyerah

Tidak semua orang langsung bisa istiqamah. Bahkan orang saleh pun berjuang.

Mulai dari Niat dan Doa

Mintalah kepada Allah:

“Ya Allah, bangunkan aku di waktu yang Engkau cintai.”

Jangan Meremehkan Dua Rakaat

Tahajud tidak harus panjang. Dua rakaat dengan hati hadir lebih baik daripada banyak rakaat tanpa khusyuk.


Tahajud, Panggilan yang Jangan Disia-siakan

Ketika Allah membangunkan kita di malam hari:

  • Jangan langsung membuka ponsel

  • Jangan langsung kembali tidur

  • Jangan mengabaikan panggilan itu

Karena tidak semua orang mendapatkan undangan ini.

AYO IBADAH UMROH BERSAMA USTAD ARIS ALWI


Jika Allah Membangunkanmu, Itu Karena Dia Peduli

Ketika banyak orang terlelap, lalu Allah membangunkanmu, bersyukurlah. Itu bukan kebetulan. Itu tanda bahwa Allah masih ingin dekat denganmu, masih ingin mendengar doamu, masih ingin mengangkat derajatmu.

Tahajud adalah:

  • Panggilan cinta

  • Undangan khusus

  • Jalan kemuliaan

  • Rahasia kekuatan hidup

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang ketika dipanggil di sepertiga malam, tidak berpaling, tetapi bangkit, bersujud, dan berkata:

“Ya Allah, aku datang.”

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

#Tahajud #ShalatTahajud #KeutamaanTahajud #BangunMalam #ShalatMalam



This Is The Newest Post
Load comments

0 Comments