Nikmat yang Sering Tidak Disadari
Banyak orang mengukur kebahagiaan dengan harta, jabatan, kesehatan, atau popularitas. Ketika semua itu dimiliki, ia merasa telah menggenggam segalanya. Namun sejarah kehidupan manusia menunjukkan satu fakta penting: tanpa hidayah dari Allah, semua nikmat dunia bisa kehilangan makna. Bahkan tidak sedikit orang yang bergelimang harta, tetapi hatinya kosong, gelisah, dan jauh dari ketenangan.
Hidayah adalah nikmat yang sering kali tidak terlihat, tidak terdengar, dan tidak bisa diukur dengan angka. Namun justru inilah anugerah paling mahal yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Tanpa hidayah, manusia mudah tersesat. Dengan hidayah, hidup menjadi terarah, tujuan menjadi jelas, dan setiap langkah bernilai ibadah.
Artikel ini akan mengajak kita memahami makna hidayah secara mendalam, mengapa ia begitu berharga, bagaimana cara Allah memberikannya, serta bagaimana kewajiban kita menjaga hidayah tersebut agar tidak tercabut dari hati.
Apa Itu Hidayah? Makna dan Kedudukannya dalam Islam
Pengertian Hidayah
Secara bahasa, hidayah berarti petunjuk atau bimbingan. Dalam konteks Islam, hidayah adalah petunjuk Allah yang mengantarkan seseorang kepada kebenaran, iman, dan ketaatan.
Hidayah bukan hanya soal mengetahui mana yang benar dan salah, tetapi kemampuan hati untuk menerima kebenaran dan mengamalkannya dengan ikhlas.
Allah berfirman:
“Barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka dialah yang mendapat petunjuk. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”(QS. Al-A’raf: 178)
Ayat ini menegaskan bahwa hidayah sepenuhnya berada di tangan Allah, bukan hasil kecerdasan semata atau keturunan.
Jenis-Jenis Hidayah
Para ulama menjelaskan bahwa hidayah memiliki beberapa tingkatan, di antaranya:-
Hidayah Fitrah
Naluri dasar manusia untuk mengenal Tuhan dan mencintai kebaikan. -
Hidayah Penjelasan (Bayān)
Datangnya dakwah, ayat Al-Qur’an, nasihat, dan ilmu. -
Hidayah Taufiq
Inilah hidayah tertinggi, ketika Allah membukakan hati seseorang untuk menerima dan mengamalkan kebenaran.
Banyak orang mendapatkan penjelasan tentang Islam, tetapi tidak semua mendapat hidayah taufiq. Inilah sebabnya hidayah disebut sebagai anugerah yang sangat mahal.
Mengapa Hidayah Lebih Berharga dari Segala Nikmat Dunia?
Dunia Bersifat Sementara, Hidayah Mengantarkan ke Akhirat
Harta bisa habis. Jabatan bisa dicabut. Kesehatan bisa menurun. Namun hidayah adalah bekal abadi yang menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Demi Allah, sungguh jika Allah memberi hidayah kepada satu orang melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Unta merah pada masa itu adalah simbol kekayaan paling mahal. Hadits ini menunjukkan bahwa nilai hidayah melampaui seluruh harta dunia.
Hidayah Memberi Arah Hidup yang Jelas
Tanpa hidayah, manusia hidup mengikuti hawa nafsu. Dengan hidayah, manusia hidup mengikuti wahyu. Hidayah membuat seseorang:
-
tahu tujuan hidupnya
-
memahami makna ujian
-
bersabar saat susah
-
bersyukur saat lapang
Inilah sebabnya orang yang diberi hidayah cenderung lebih tenang, meski hidupnya sederhana.
Hidayah adalah Pilihan Allah, Bukan Hak Manusia
Tidak Semua Orang yang Pintar Mendapat Hidayah
Sejarah mencatat banyak orang cerdas, kaya, dan berpengaruh, tetapi menolak kebenaran. Sebaliknya, ada orang sederhana yang justru hatinya bercahaya oleh iman.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”(QS. Al-Qashash: 56)
Ayat ini turun terkait Abu Thalib, paman Nabi ﷺ, yang sangat mencintai Rasulullah tetapi wafat tanpa iman. Ini pelajaran besar bahwa hidayah bukan warisan dan bukan hasil usaha semata.
Kisah Teladan tentang Hidayah yang Mengubah Hidup
Umar bin Khattab: Dari Penentang Menjadi Pembela Islam
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dikenal keras dan tegas. Ia bahkan berniat membunuh Rasulullah ﷺ. Namun satu malam, Allah membukakan hatinya melalui ayat Al-Qur’an.
Dari seorang yang paling ditakuti kaum Muslimin, Umar berubah menjadi pemimpin yang paling adil dan paling ditakuti setan. Inilah bukti bahwa hidayah Allah mampu mengubah arah hidup seseorang secara total.
Pelajaran dari Kisah Ini
Hidayah bisa datang:
-
kapan saja
-
melalui cara yang tidak disangka
-
kepada siapa saja yang Allah kehendaki
Karena itu, tidak ada alasan untuk meremehkan atau berputus asa terhadap hidayah.
Cara Menjemput dan Menjaga Hidayah
1. Memohon Hidayah dengan Doa
Doa paling sering kita baca adalah:
“Ihdinash shirathal mustaqim”
(Tunjukilah kami jalan yang lurus)
Ini menunjukkan bahwa bahkan orang beriman pun harus terus meminta hidayah, karena hidayah bisa bertambah dan bisa berkurang.
2. Merendahkan Hati dan Menjauhi Kesombongan
Kesombongan adalah penghalang terbesar hidayah. Iblis tersesat bukan karena bodoh, tetapi karena sombong.
Hati yang merasa “sudah benar” sering kali tertutup dari petunjuk Allah.
3. Mendekat kepada Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah sumber utama hidayah. Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, semakin terang jalan hidupnya.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.”
(QS. Al-Isra: 9)
4. Lingkungan yang Baik
Lingkungan berpengaruh besar terhadap hidayah. Duduk bersama orang saleh, menghadiri majelis ilmu, dan mengikuti dakwah akan membantu menjaga iman tetap hidup.
Takut Kehilangan Hidayah: Sikap Orang Beriman
Para sahabat Nabi ﷺ lebih takut kehilangan hidayah daripada kehilangan dunia. Mereka berdoa agar hati tidak dibolak-balikkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia berada di antara dua jari Allah, Dia membolak-balikkan sesuai kehendak-Nya.”(HR. Muslim)
Karena itu, menjaga hidayah adalah tanggung jawab seumur hidup.
AYO IBADAH UMROH BERSAMA USTAD ARIS ALWI
Jangan Pernah Meremehkan Hidayah
Hidayah dari Allah adalah anugerah termahal yang tidak bisa dibeli, tidak bisa diwariskan, dan tidak bisa dipaksa. Ia adalah cahaya yang menerangi jalan hidup, penuntun di tengah gelapnya dunia, dan bekal paling berharga menuju akhirat.
Jika hari ini kita masih diberi iman, masih bisa shalat, masih tergerak untuk berbuat baik, maka itulah tanda hidayah Allah masih bersama kita. Tugas kita bukan merasa aman, tetapi terus memohon, menjaga, dan mensyukurinya.
Semoga Allah menetapkan hati kita di atas hidayah hingga akhir hayat.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
#HidayahDariAllah #AnugerahAllah #NikmatIman #PetunjukAllah #RenunganIslami #ArtikelIslami #DakwahIslam #CahayaHidayah




0 Comments