Sudah istiqomah melaksanakan sholat tahajud, tetapi hajat yang kita panjatkan belum juga terkabul? Jangan terburu-buru merasa kecewa, apalagi sampai berpikir bahwa doa kita tidak didengar oleh Allah. Tetaplah **husnuzan kepada Allah**, karena kita tidak pernah mengetahui seluruh rahasia dan hikmah di balik setiap ketetapan-Nya.
Boleh jadi, untuk saat ini, Allah belum memberikan apa yang kita minta karena ada sesuatu yang jauh lebih penting sedang Allah kerjakan dalam diri kita. **Bisa jadi tahajud yang kita lakukan setiap malam bukan hanya untuk mengejar terkabulnya hajat, tetapi sedang menjadi jalan untuk menutupi, menghapus, dan mengampuni dosa-dosa kita.**
Ust. Aris Alwi, motivator **Gedor Pintu Langit** sekaligus Ketua Yayasan Malomo Untuk Semua, mengajarkan pentingnya terus mengetuk pintu langit dengan doa, ibadah, dan kesabaran. Jangan hanya datang kepada Allah ketika membutuhkan sesuatu. Jadikan tahajud sebagai bentuk kerinduan kepada-Nya. **Boleh jadi hari ini tahajud kita sedang menjadi jalan untuk menutupi dosa-dosa kita. Boleh jadi Allah sedang membersihkan jalan hidup kita sebelum memberikan hajat yang kita impikan. Dan akan ada saatnya, dengan izin Allah, hajat itu datang pada waktu yang paling tepat.**
Tugas kita bukan memaksa Allah menentukan waktu sesuai keinginan kita. Tugas kita adalah terus berdoa, berikhtiar, memperbaiki diri, dan percaya bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Jangan berhenti tahajud hanya karena hajat belum terkabul. Teruslah bersujud. Teruslah memohon ampun. Teruslah mengetuk pintu langit.
Sebab bisa jadi, **sebelum Allah memberikan apa yang kita minta, Allah sedang memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga: ampunan, ketenangan, keberkahan, dan kedekatan dengan-Nya.**
Semoga setiap tahajud menjadi jalan penghapus dosa, pembuka keberkahan, penguat hati, dan pada waktunya nanti, Allah mengabulkan setiap hajat yang baik dengan cara dan waktu terbaik menurut-Nya. Aamiin.
**Tetap istiqomah. Jangan berhenti. Hajat boleh tertunda, tetapi harapan kepada Allah jangan pernah padam.**


0 Comments