Ada saatnya kita terbangun di tengah malam bukan karena suara alarm, melainkan karena hati mulai merindukan kedekatan dengan Allah. Ketika sebagian manusia masih terlelap dalam tidurnya, kita diberi kesempatan untuk meninggalkan kenyamanan sejenak, mengambil air wudu, membentangkan sajadah, dan berdiri menghadap-Nya. Suasana malam yang sunyi menjadi ruang untuk menenangkan pikiran, memperbaiki niat, serta menyampaikan segala harapan melalui doa.
Salat tahajud juga bukan sekadar tentang berapa banyak rakaat yang kita kerjakan. Ada ketulusan ketika kita memohon ampun atas kesalahan, ada kejujuran ketika mengakui kelemahan, dan ada harapan ketika menyerahkan persoalan hidup kepada Allah. Jika belum mampu bangun setiap malam, jangan berputus asa. Mulailah dengan memperbaiki waktu tidur, memasang alarm, dan membiasakan diri melaksanakan salat malam sesuai kemampuan. Mintalah pertolongan Allah agar hati semakin mencintai ibadah.
Ust. Aris Alwi, motivator Gedor Pintu Langit dan Ketua Yayasan Malomo Untuk Semua, mengajak kita memahami bahwa istiqamah dalam tahajud tumbuh melalui kesungguhan, doa, dan kerendahan hati. Jangan hanya mengejar kebiasaan bangun malam, tetapi rawatlah pula akhlak pada siang hari. Ibadah yang baik hendaknya mendorong kita menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, penyayang, dan bermanfaat bagi sesama.
Jika malam ini Allah membangunkanmu, sambutlah kesempatan itu dengan rasa syukur. Dirikanlah salat, perbanyak istigfar, dan berdoalah dengan penuh harap. Jika suatu malam kita terlewat, bangkitlah kembali tanpa menyalahkan diri secara berlebihan.
Semoga Allah menganugerahkan taufik untuk bertahajud, menjaga hati kita agar tetap ikhlas, menguatkan istiqamah, serta menerima setiap sujud sebagai amal yang diridai-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
#SholatTahajud #MotivasiTahajud #IstiqamahTahajud #BangunMalam #DoaTengahMalam #MotivasiIslami #DekatDenganAllah #UstArisAlwi #GedorPintuLangit #YayasanMalomoUntukSemua

